Tanpa mempedulikan kehadiran Selena lebih jauh, Aksa segera membopong Aleena dan membawanya ke luar dari gedung. Aksa membawa mobil seperti orang kesetanan, menerobos lampu merah dengan kecepatan tinggi. Ia tidak memikirkan apapun, yang ada di bekasnya saat ini adalah keselamatan anak juga istrinya. Perjalanan menuju rumah sakit terasa begitu lambat, Aksa mengumpat dalam hati saat tiba-tiba saja Dua orang petugas lalu lintas menghentikan kendaraan yang dikendarainya. “Permisi, selamat siang. Bisa turun dan tunjukkan surat-suratnya,” ucap salah seorang anggota. “Maaf sebelumnya, pak. Tapi bisakah saya bebas kali ini? Nggak, maksud saya bapak bisa ikuti saya, saya bakalan kasih semua surat-suratnya nanti. Tapi buat sekarang tolong bebaskan saya, saya harus segera mengantarkan istri saya

