EPILOG.

478 Kata
Sosok    itu menjulang  dalam kegelapan, sepasang  mata merah berkilat indah  tak bisa ditutupi bayang-bayang  hitam. Dia menangkap pantulan dirinya  pada cermin kaca tua berlapis emas lazuli  dihadapannya.      Tampan.      Pucat,      Dan  mempesona....      Dipadu  kelicikan, dia  yakin bisa mendapatkan  segala sesuatunya sesuai  rencana.      Pintu  kamarnya  dibuka tanpa  pemberitahuan dari  luar, Pria tersebut menoleh, meski  kesal dia tak memperlihatkan hal itu  diwajahnya. Lelaki itu kini duduk dimeja kerjanya, membaca sebuah kitab besar dan tampak kuno.       “ Maafkan  saya karena  tidak mengetuk  dulu” tukas sosok  bertudung merah dengan nafas  terengah-engah menekuk lututnya  diatas lantai marmer merah indah  bercampur pendaran batu ruby.      “ Permintaan  maaf diterima” kata  si pria datar, masih membaca.      “ Ini  tentang  gadis itu, dia  telah dipindahkan  ke tempat perlindungan  teraman” sosok bertudung  menghetikan kalimatnya saat  sang Tuan mengalihkan perhatian  dari kesibukan membaca. .      “ Gateway  Stars?”  desis  si Pria, suaranya  menyerupai ular berbisa, matanya  berkilat cerah seakan dipenuhi kebahagiaan.      Sosok  bertudung  mengangguk. “ Ya  Tuan, jadi, apa yang  harus kita lakukan sekarang. Menyerang  benteng pertahanan mereka membutuhkan kekuatan  penuh”           Si Pria diluar  dugaan terlihat  sangat kegirangan, dia  bertepuk tangan dan menari-nari  seorang diri untuk mengekspresikan  kegembiraannya. Tubuhnya meliuk dan memutar  diudara, lalu berjalan menghampiri si pemberi  informasi.      “ Lakukan  persiapan, aku  ingin anak ini  untukku, segera!” perintah  si Pria dipenuhi nada  suara berbahaya.      Dari  balik tudung  merahnya si Informan  tersenyum licik. “ Baik, Master” lalu  berbalik  mundur masih  dalam posisi menunduk.       Saat  pintu kamarnya  kembali ditutup, sang  Master bernyanyi-nyanyi  riang. Dia melangkah menuju  pintu kecil disudut kanan kamar  mewahnya yang dibangun sejak zaman Nabi Musa.       Terdengar  suara ‘klik’  pintu dibuka, bersamaan  dengan itu jeritan mengerikan  menyerupai salakan menggema disepanjang  ruangan besar dan gelap. Sang Master menekan  saklarnya, saat lampu menyalakan sinar menerangi  seluruh tempat, suara-suara tersebut berubah menjadi  rintihan dan kemarahan.        Kemudian, sepasang  sayap merahnya terkepak. Warnanya  sesegar darah. Sepatu peraknya menimbulkan  decitan ketika menapak diatas lantai marmer. Kemudian, langkah-nya terhenti  tepat didepan sebuah kursi perak bertahtahkan emas. Seorang pria muda terikat  erat dengan sulur beracun dihadapannya. Telanjang. Penuh luka. Sekarat.      Diluar  dugaan, pria  tersebut masih  dapat membuka matanya, dari  sela-sela bibir ruamnya, sebuah  suara bergema terbata. “ Kamu....akan...mati...Kalien....”      Kalien. Si  Demmilim pemimpin  para mortem, hanya  mengulum  senyum, mata  turqoisenya  memberikan  pandangan menghina  untuk tawanan didepannya.  “ Berbicaralah  sesukamu. Ashiki  Cheveyo. Karena sebentar  lagi, baik gadis itu ataupun  kekuatan Gillaez akan berada didalam  genggamanku”      Ash, berusaha  tertawa, meski harus  terbatuk-batuk. Kalien berjalan  memutari pria itu, menunduk tepat  didekat lehernya.       “ Menyerahlah, dan  akan kuakhiri segala  penderitaanmu” bisik Kalien, matanya  memancarkan kekejaman murni.     Ash  tertawa, kemudian  sambil mengeram, dia  menjawab. “ Enyahlah ke  neraka...”      Menyeringai  kejam, Kalien  berkata lirih. “ As  You Wish....” dalam  sekejab, kedua  irisnya berubah  menjadi semerah darah. Wajahnya  tak lagi sama. Dan kedua taring  panjang keluar dari dua sisi mulutnya. Tanpa  ampun, dihujamkannya taringnya tepat ke titik nadi  utama leher Ash.        Ash  berteriak. Jeritannya  seperti binatang yang  menghadapi kematiannya. Terus  bergema keluar dari dalam kamar, menembus  lorong-lorong panjang, mewah, dan kelam kastil  kediaman Kalien berada. Kemudian, berakhir dalam  sayatan penderitaan, serta sebuah permohonan. Yang cukup, untuk  mengirimnya ke neraka.      Selamanya. To  be Continued into the second book........
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN