RANTAU 28 – Reimburse dan Kerja Keras

1505 Kata

Kerja keras, itulah hal yang kini dilakukan oleh Damar setiap hari setelah mendengar keinginan sang adik yang memaksa agar bisa berkuliah di Jakarta. Saat jam mata kuliah terakhirnya usai, Damar berlari dengan menggendong ranselnya mengejar bus yang lewat di depan kampusnya menuju ke kantor. Jarak antara kampus dan kantor yang memakan waktu sekitar dua puluh menit dimanfaatkan oleh Damar untuk membaca ulang materi yang dibahas saat kuliah tadi. Sesampainya di tempat bekerja, Damar segera mengganti pakaiannya lalu langsung menuju ke beberapa ruangan divisi untuk memeriksa ada berapa karyawan yang lembur sampai malam. Menanyakan satu per satu para karyawan di sana apakah ingin dibelikan makan malam atau tidak. “Damar, kamu sudah datang? Boleh tolong ke ruangan saya sebentar?” Ibu Addawiyah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN