Setiap matahari naik ke peraduannya, Damar pun melangkahkan kaki meninggalkan tempat tinggalnya demi mengirimkan surat lamaran pekerjaan ke kantor-kantor mulai dari yang dekat hingga yang jaraknya lumayan jauh. Damar akan kembali ke rumahnya saat sore tiba. Di rumah pun Damar tak langsung berbaring untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dia memilih mengirimkan lamaran kerja lagi melalui situs pencarian kerja melalui ponselnya. Sebuah notifikasi pesan masuk muncul di bagian paling atas layar ponsel Damar. Dengan cepat Damar menekan ibu jarinya pada notifikasi pesan masuk tersebut. Dibacanya perlahan pesan yang dikirimkan oleh ambunya di kampung. Ambu : [Assalamualaikum, Jang. Bagaimana kabar kamu? Sehat-sehat saja kan di Jakarta? Jang, maafkan Ambu kalau nantinya pesan ini mengganggu kamu, tet

