Semua Yang Harus Dilepaskan

1085 Kata

Dalam perjalanan pulang keduanya lebih banyak diam, sesekali Angga mencairkan keheningan dengan mengajak Chelsea bercerita tentang keadaan kota Jakarta sekarang. Tentang kemacetan, polusi, dan hal yang sesungguhnya tak begitu penting. Chelsea terlalu sibuk mengelola perasaannya, hingga ia lebih menyukai keheningan. Ia takut, semakin banyak kata diucapkan, semakin berat ia melepas. “Chel … besok kamu masih datang ke rumahku?” Chelsea mengangguk. “Tentu saja. Sampai Olive menyelesaikan pemutusan kontrak dan aku bisa segera keluar dari pekerjaanku yang sekarang.” Angga mengangguk-angguk mengerti. “Kalau begitu, aku lega.” Perkataan Angga membuat Chelsea segera menoleh ke arahnya. Pedih itu tak mau pergi, menyiksa bathinnya tanpa ampun. Tak peduli seberapa keras ia memohon, hatinya tak kun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN