Sweet Confession

1506 Kata

"Terima kasih kau sudah datang, Ris." Ucap Arthur dengan senyum lebar menatap Riska yang baru saja duduk disampingnya. Riska membuka kacamata. "Ini kewajiban kita berdua, Davi." Balasnya lalu pandangannya ke depan melihat kilatan blitz kamera yang tak berhenti sejak kedatangannya di ruangan itu, bahkan beberapa Jurnalis saling berbisik dan tentu saja membicarakannya. Tapi Riska bersikap santai, ia pernah di posisi mereka sebagai Jurnalis dan ia juga pernah menjadi narasumber dadakan walau tak banyak bicara, hanya membuktikan klasifikasinya bersama Aldi. Setelah satu menit kedatangan Riska, Arthur meminta Beny untuk memulai acara. Ia tak banyak membuka sesi pertanyaan hanya menceritakan pokok pada hubungan yang sudah terjalin bersama Riska.  Beny bicara menggunakan bahasa Inggris karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN