”Davi…” Riska bergegas menghampiri Arthur yang berjalan sambil melebarkan senyum ke arah mereka. Ia tak menyangka Arthur tiba di Bogor tanpa memberi kabar. Sebuah kejutan, dan cukup membuat Nick dan Ryan terkejut sekaligus cemburu. Terlihat dari helaan nafas dan gumaman mereka. Nick menghela nafas berat lalu bergumam. “Mau apa dia kesini?” Gumamnya, terdengar jelas oleh Ryan. Ia bangkit dan memaksa tersenyum. Ryan mengikuti. “Mengapa harus bertemu dia lagi? Apa dia gagal move on padaku? Selalu bertemu di tempat yang sama.” Ia membalas pelan yang tak lama mendengar tawa Nick. Nick menoleh dan membalas dengan suara pelan. “Mungkin saja ia sudah jatuh cinta padamu, karena aku tak pernah melihatnya bersama wanita.” Tertawa lagi lalu kembali melihat Riska berpelukan dan cipika cipiki. “Kau

