EMPAT PULUH Lima Tahun Kemudian Laki-laki itu terlihat menghirup rakus udara pagi yang sangat segar hari ini. Kedua tangan besar dan kekarnya ia ulurkan ke samping kiri dan kanannya dengan mata yang memejam erat. Laki-laki itu terlihat sangat menikmati hembusan sepoi angin pagi yang menyapa seluruh tubuh kekarnya. Dalam pejamannya laki-laki itu terlihat menarik bibirnya tipis, membuat ketampanan nampak berkali lipat dengan raut misterius yang sangat sulit untuk kaum hawa tebak dan membuat kaum hawa semakin gila dan penasaran akan dirinya. Ia begitu gagah dengan rambut gondrong sebahunya dengan brewokan yang tumbuh begitu rapi di sekitar area wajahnya. Setelah ia cukup puas menikmati udara gratis pemberian sang ilahi, laki-laki tinggi tegap itu melangkah dengan jantung yang berdegup k

