“Sha …, bangun yuk!” Tita menggeliat malas. “Emang sekarang jam berapa?” “Jam delapan.” “Masih ngantuk,” keluhnya. “Yakin mau tidur lagi?” Tita menguap tanpa malu dalam pelukan Gin. “Emang mau ngapain?” “Enggak mau jalan pagi sama aku?” Seperti biasa, hari Rabu selalu jadi waktu paling santai dalam agenda Tita, dan sejak menikah, Gin selalu mengajak melakukan aktivitas menarik untuk mengisi jatah libur sang istri. Masalahnya, kalau Tita tidak diajak bangun dan beraktivitas dari pagi, wanita itu akan menyesali dirinya yang bangun terlalu siang hingga waktu libur yang berharga bersama Gin jadi terbuang akibat kebanyakan tidur. “Males. Mau santai-santai aja di sini.” Alih-alih bangun seperti ajakan Gin, Tita malah kembali memejamkan mata sambil merapatkan pelukannya pada sang suami. “

