Matahari kembali terbit menyambut hari, Aca mengucap syukur kali ini karena ia bisa bangun lebih pagi. Persidangan mengenai keputusan atas hukuman Aldo akan diadakan hari ini. Doni sudah menghubungi pengacara kenalannya, dan Aca juga sudah mempersiapkan dirinya. Saat ini perut Aca rasanya sakit sekali. Tidak, bukan karena rasa mual yang selalu ia rasakan beberapa hari sebelumnya, Aca rasanya akan sakit perut karena pagi ini ia menyantap sarapannya bersama Doni dan Mulan. Mama mertuanya itu terus tersenyum, tapi senyumnya itu tak cukup untuk menghalau suasana dingin bak tembok kaca yang membatasi mereka, dimana tembok tersebut dibangun langsung oleh Doni sang papa mertua. "Anjir, ini gue sarapannya bareng patung apa gimana sih?!" Kesal Aca di dalam hati merasa tak nyaman dengan suasana ya

