Akhtar Sepulang dari mengantar Jamilah pulang ke rumah papanya, gue memutuskan pulang ke rumah orang tua gue. Nyokap heran melihat kedatangan gue yang tanpa diminta ini. Dipikir-pikir kebiasaan gue soal pulang ke rumah orang tua nyaris sama dengan kebiasaan Jamilah. Pulang bila diminta pulang, kalau nggak diminta pulang ya akan semaunya pulang kapan. "Papa di rumah?" tanya gue setelah mencium kedua pipi nyokap. "Iya dari sore tadi udah di rumah. Kamu tumben malming gini di rumah, dek? Nggak kencan?" Gue tergelak. Pengertian banget nyokap gue. "Pacarku lagi pulang ke rumah ortunya, mah," jawab gue. "Kamu pacaran sama perempuan yang waktu itu diajak makan malam di sini?" "Loh, mamah sudah pernah ketemu sama pacarnya Akhtar?" sahut bokap dari arah dapur. "Iya, pa. Waktu papa ke luar ko

