Part 76--Kasus yang Aneh

2206 Kata

Hati dan pikiran Reza tidak menentu saat ini. Bayangan buruk jika Nirina dihukum oleh pihak berwajib mendadak ada di depan mata. Lain halnya dengan Nirina yang justru biasa saja saat berada dikantor polisi. Toh, tidak ada kesalahan yang diperbuatnya. Lagi pula, ia adalah korban dari sopir taksi gelap itu. "Saudari Nirina, nanti masuk ke ruang penyidik. Di sana akan diberikan beberapa pertanyaan dan harus dijawab dengan jujur," kata salah satu petugas dengan ramah mengingat Nirina masih di bawah umur dan terbukti belum memiliki ktp karena belum delapan belas tahun. "Pak, kalo di ruang penyidik itu ada camilan ga? 'Kan lebih enak kalo ngobrol dan tanya-tanya sambil makan camilan. Nah, aku biasanya begitu kalo di ruang BK," kata Nirina sambil tersenyum jumawa kepada petugas kepolisian itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN