Nirina tetaplah Nirina dengan segala ulah jahilnya. Pak Bambang tidak bisa memberikan hukuman atau pun mengeluarkan Nirina dari dalam kelas. Memang sangat luar biasa tingkahnya itu. Akan tetapi, gadis ajaib itu memiliki kecerdasan yang luar biasa. "Na, gila banget berani kaya gitu sama Pak Bambang." Rini mengamit lengan Nirina dan mereka menuruni tangga untuk menuju ke warung makan di depan sekolah ini. "Emang aku ngapain?" Orang aku biasa aja,"kata Nirina tanpa wajah dosa sama sekali. "Ya, tapi kamu berani banget sama beliau loh. Untung ga dikeluarin dari kelasnya," kata Fajar yang ada di belakang mereka berdua. Agung ternyata ada di bawah tangga untuk menunggu Rini. Hati Nirina sedikit tercubit saat melihat perhatian Agung untuk sahabat baiknya itu. Nirina mencoba bersikap biasa s

