Arini sedang merasakan sakit kepala yang luar biasa. Ia sangat heran dengan cara berpikir seorang gadis bernama Nirina itu. Kepalanya itu sebenarnya ada isi otaknya atau tidak. Sangat tidak bisa dilogika sama sekali semua ucapannya. Arini mencari kaca pada tas kecil berisi make up. Ia ingin memastikan dandannya malam ini sudah benar atau belum. Tidak ada masalah sama sekali dengan dandannya kali ini. Biasanya justru akan mendapatkan banyak pujian dari kaum adam. Akan tetapi, mengapa Nirina justru berpikir lain. Beberapa waktu lalu, Arini mendapatkan kabar tentang kemajuan kesehatan Hadi. Mantan tunangannya itu sudah sadar dari tidur panjangnya. Akan tetapi, Hadi sudah tidak menarik lagi bagi Arini. Sudah punya anak dan istri, bisa tersandung kasus di kampus nanti jika mamaksa menikah de

