Part 62

1521 Kata

"Kamar mandi?" ulang Revan menatap Verell aneh sambil menghela napas. Aksa yang berada di dekat Verell pun memukul bahu nya kencang. "Yang bener!" "Aduh sakit!" Verell mengusap bahu nya yang di pukul oleh Aksa. "Emang lo mau lagi di kamar mandi di liatin kita-kita?" Tanya Karel geram pada teman nya itu. Karel tidak habis pikir, dosa masa lalu apa yang telah membuat dirinya menjadi berteman dengan manusia seperi Verell ini. "Gua kan cuma nanya doang." Bagas menghela napas, "bener, cuma kamar mandi yang gak bakal kita taro kamera tersembunyi." "Pasti itu tempat teraman mereka buat sembunyi atau ngelakuin kejahatan kan," sahut Verell. "Kan bisa kita taro di depan kamar mandi buat tau siapa aja yang abis dari kamar mandi," ujar Revan menjelaskan rencana yang lebih masuk akal dan tidak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN