Chapter 15: Nginep di rumah Sean (2)........
Deon tidur duluan—tepatnya ketiduran, sedangkan Hazel dan Sean masih menonton anime, padahal sekarang udah jam 1 malam.
Diam-diam Sean melirik Hazel, gadis berhidung mancung itu nampaknya belum mengantuk sama sekali. Matanya masih terfokus pada layar televisi sedangkan tangannya sibuk mengelus-ngelus rambut Deon.
"Ekhem," ya terpaksa lah Sean berdehem dengan cukup keras agar Hazel menoleh ke arahnya. Benar saja Hazel noleh.
Untung Hazel recehnya lagi ga kumat, tadinya kalo kumat pasti dia nyaut, "Batuk Pa Haji?"
Sekali lagi, untung aja Hazel ga nyaut gitu.
"Deon udah tidur loh, kamu belum ngantuk hm?" tanya Sean setelah Hazel menatapnya bingung, kayanya otaknya masih not responding.
Mendengar itu Hazel lantas membulatkan matanya, agak kaget soalnya tadi dia keasikan nonton sampe lupa ini di rumah majikannya. Dia pun membalas, "A-ah mau."
KOK JADI MAU? BEGO BANGET. JAWABAN MACAM APA ITU?!
"Mau apa?" tanya Sean diakhiri dengan kekehan. PLIS LAH PAK, JANGAN MIKIR YANG ANEH-ANEH. TAMPOL JUGA NIH.
"M-mau apa?" Hazel menepuk wajahnya sendiri. Bego banget. "y-ya sa-saya mau tidur."
"Emang udah ngantuk?"
Hazel menggeleng. "Belum sih."
Sean menghela napasnya, "Yaudah kamu bawa Deon ke kamar. Dia enggak biasa tidur disini, takut sakit badan. Saya mau ngeberesin ruang ini dulu."
"Baiklah Pak."
Sean diam-diam melihat cara Hazel menggendong Deon, tubuh anaknya ini memang kecil ketimbang anak Smp pada umumnya. Sean takut Hazel enggak bisa ngegendong anaknya, tapi ternyata Hazel bisa.
'Kuat juga anak ini,' pikir Sean lalu mulai membereskan ruang tv yang agak berantakan ini sekaligus mematikan tvnya.
Untungnya dia bisa melakukan hal itu dengan cepat sehingga ketika Hazel selesai menaruh Deon ke tempat tidur dan hendak mencari tempat untuk tidur, lelaki jangkung itu bisa menahannya. "Mau kemana hm?"
Hazel hampir aja jantungan, untung ga sampe latah. Abis Hazel kan orangnya kagetan. Kadang dia mah Sakura tiba-tiba muncul aja suka kaget sendiri, padahal Sakura enggak ada maksud ngagetin.
"Eh Pak Sean, anuu," tuh kan Hazel jadi bingung sendiri mau ngejawab apa, abisnya Sean natap dia dengan intens sembari melipat kedua tangannya didepan d**a, dan itu bikin Hazel salah tingkah. "sa-saya mau cari tempat buat tidur."
"Lah buat apa? Kamu tidur dikamar ini aja, bareng saya."
Ha, HAHHH?! jawaban Sean bikin Hazel bingung harus ngejawab apa, jadi cuman bisa cengo doang. "T-tapi Pak, nanti istri bapak mara—"
"Saya enggak punya istri, Hazel," potong Sean cepat, lalu dilanjutkan didalam hati, 'kecuali kalo kamu mau jadi istri saya.'
"Eh iya," Hazel nepuk kepalanya, "lupa."
"Yaudah ayo."
"A-ah tapi," Hazel tampaknya akan menolak ajakannya Sean untuk tidur bersama.
Karena itu lah Sean lantas bicara. "Saya enggak akan ngapa-ngapain kamu kok, ga usah takut elah."
"Tapi—"
"Lagian tengahnya ada Deon, kasur di kamar saya enggak sempit kok."
Hazel mengigit bibirnya sendiri, bingung mau nolak dengan alasan apa lagi. Astaga, Hazel berasa cewek nakal.
"Ta-tapi Pak, emang enggak ada kamar lain? Maksudnya kamar khusus tamu gitu?"
"Gimana kalo pas Deon bangun dia nangis karena ga liat kamu. Kamu mau buat Deon nangis?"
"Enggak gituu, cuman ya—ah! Yaudah saya tidur di sofa aja pak. Permis—"
Sayang aja Sean menghalangi jalan Hazel dengan tubuh badagnya. "Siapa yang ngijinin kamu tidur di sofa hm?" tanya Sean dengan suara deepnya yang membuat bulu kuduk Hazel meremang. "ingat saya bos kamu, dan kamu harus menuruti perintah saya."
Hazel menelan ludahnya sendiri, aura mengintimidasi milik Sean membuatnya takut. Apa lagi ketika Sean berkata, "Kamu mau saya pecat?"
Itu kalimat yang paling Hazel takutkan.
"E-enggak."
"Yaudah ayo, masuk kamar."
Hazel akhirnya mengikuti Sean untuk masuk ke kamar. Tentunya Hazel langsung mengambil posisi untuk tidur disebelah Deon.
Sean malah pergi ke arah lemari dan membuka kemeja yang dia pakai. Atasnya doang emang, tapi sukses ngebuat Hazel tutup mulut, nahan diri buat enggak teriak.
"Enggak usah teriak, saya cuman mau ganti baju doang," ucap Sean dengan santainya.
YA GIMANA GA TERIAK BAPAK, BADAN SITU KELIATAN, ROTI SOBEKNYA JUGA. ASFAHAJAKAKSK.
Hazel memalingkan wajahnya, berusaha buat enggak natap Sean.
Melihat itu Sean tertawa dalam hati lalu memakai kaos yang biasa dia pakai. 'Emang kamu doang yang yang bisa ngegoda saya, Zel? Saya juga bisa kali.'