Bab 80. Muslihat Sesil "KAU!!!" bentaknya sembari mengacungkan telunjuknya ke arah adik iparnya yang kurang aja memasuki kamarnya tanpa ijin. Ingin rasanya dia mengkronfrontasi Sesil, akan tetapi suara Amara muntah di kamar mandi membuatnya urung membuka kembali mulutnya. Hanya tatapan tajamnya saja yang dia layangkan ke arah adik iparnya. "Sayang," panggilnya lagi lembut. Berbanding terbalik saat dia membentak Sesil barusan. Bahkan ekspresi wajah Esvaldo langsung melembut saat memasuki kamar mandi. Sesil mematung di tempatnya. Kepalanya berputar, seakan ada pisau tak kasat mata merajam dadanya. Rasa iri itu kembali hadir sedikit demi sedikit dalam hatinya. Melubangi hatinya perlahan. Satu lubang ditambah lubang lainnya. Entah sampai kapan dia akan merasakan perasaan ini. Dia ingin mem

