“Mereka menatap kita,” bisik Amira. “Gila, memerhatikan kita dari atas ke bawah.” “Alarick tidak mengatakan apa-apa, aku merasa dijebak,” balas Alina sebal. “Di sini, aku merasa seperti upik abu.” “Upik abu yang beruntung dinikahi Erick, ya,” kekehnya. “Kurasa aku malah Cinderella.” “Aku serius, Lin. Kita benar-benar salah kostum, deh. Mereka glamour banget, kita seperti mau pergi ke mall.” Sepanjang jalan, mereka menjadi pusat perhatian para tamu. Alina dan Amira pura-pura tidak tahu, meski mereka jengkel sekali dengan suami masing-masing. Semua ini gara-gara Alarick dan Erick. Lebih kepada pesta para orang dewasa yang membawa serta anak-anak mereka, di mana para tamu berlomba-lomba mengenakan pakaian terbaik, memamerkan berbagai macam aksesoris yang mencolok. Baik Alina maupun Am

