Ada kesalahpahaman yang terjadi di masa lalu. Dua buku yang sama, tetapi dengan isi yang berbeda. Masing-masing berisi catatan harian. Sebuah kisah yang sama, hanya saja ditulis dengan alur dan sudut pandang yang berbeda. Nyaris tidak tidur sepanjang malam, matanya menyusuri huruf demi huruf tulisan tangan yang rapi tersebut. Membacanya tanpa ada satu pun yang terlewatkannya. “Aku tidak memiliki apa-apa lagi, apa yang ingin kamu ambil lagi dariku? Semuanya telah kamu renggut, bahkan sebuah buku pun kamu merenggutnya dariku.” Kalimat itu terngiang-ngiang kembali, diucapkan dengan bernada penuh kepedihan. Benar, Alarick telah menghancurkannya. Ia tidak hanya merenggut kehormatan gadis itu, tapi juga menyiksanya, menyakiti fisiknya, menekan mentalnya. Memanfaatkan kemiskinan Alina untuk

