Uci tidak tau harus meminta pertolongan siapa saat ini. Orang pertama yang langsung muncul di benaknya adalah Mama dan Raka. Tapi ia sadar, menghubungi Mama hanya akan membuat beliau terus kepikiran dengan Uci sedang Raka, pria itu entah berada di mana sekarang. Kembali menggigit-gigiti kuku jarinya, Uci mencoba mengingat apa saja yang telah terjadi sampai Reza berubah dan tampak sangat marah malam ini. Dan sejauh yang ia ingat tidak ada kesalahan yang dirinya lakukan. Ya, tidak ada kecuali satu. “Mandi bersama???” pekik Uci. Ia segera menutup mulutnya sendiri, tetangga bisa dengar dan ia malu sendiri nanti. Uci baru masuk kembali ke dalam rumah setelah ia memastikan daun-daun tadi sudah berubah menjadi abu. Dengan segala daya yang tersisa Uci mencoba bersikap seperti biasa pada Reza. T

