Dirinya kembali melalui hari yang baru entah untuk yang keberapa kali sejak membuka mata hari itu. Uci tidak menghitung. Ia hanya tau bahwa ia siuman malam hari dan tidak ada siapa-siapa di sana sampai seseorang membuka pintu dan menemukan Uci yang sudah dalam posisi duduk. Lama Uci menatap sampai tangan kanannya terangkat dan menyentuh wajah orang tersebut. “Bang Bima, ‘kan?” tanya Uci lemah. Awalnya ia berpikir bahwa dirinya sudah mati atau sudah gila karena mendapati Adam duduk di depannya. Mungkin karena Bang Bima menjadi agak tirus makanya Uci kesulitan untuk membedakan keduanya. Untuk beberapa hari selama di rumah sakit hanya ada Uci dan Bang Bima, dan saat itu Uci sudah mengetahui bahwa ia gagal untuk menghabisi nyawanya. Semua orang pasti akan berbondong-bondong menanyainya, ya pi

