“ABAAAAANGGGGG!” Fateh sontak menaikkan bahunya ke arah daun telinga kanan guna melindungi aset pentingnya itu dari teriakan sok manja seorang Gilang Ivander Aldari. Ia terlalu fokus pada wajah cantik kakaknya hingga tidak sadar bahwa ada dua manusia lain di arah kanannya. Satunya Gilang yang menunjukkan wajah sumringah dan satunya lagi ponakan Fateh yang menunjukkan wajah biasa saja. Menyadari bahwa Danis bahkan tidak merasa bahagia melihatnya di sini Fateh hanya bisa mendengus. Kembali pada tujuan awalnya, Fateh menatap Fay lagi dengan senyum super ‘ada apa-apanya.’ Iya Fay merasa ini pasti ada apa-apanya, adiknya yang selalu sok sibuk waktu diminta datang malah datang dengan sendirinya tanpa kasih kabar dulu dan apa itu? ia menyatukan jempol kanan ke telunjuk kiri sementara telunjuk k

