“Tepat selesai tour ini, gue akan menikah,” jelas Aswin pada Bokir dengan halus, ia tidak ingin ada amarah antara dia dan managernya. Ia harus menjelaskan ini supaya tidak ada lagi perempuan yang datang, dan Bokir bisa menghargai perasaan dia dan calon istriya. “Ya, ‘kan masih dua minggu lagi, nikmatin lah sisa waktu ini.” Bokir malah ingin menjadi kompor. “Lo jangan jadi kompor donk, setidaknya bantuin gue dari percikan api rumah tangga, gimana sih. Jadi pemadam kebakaran gitu loh.” Aswin tersulut kompor juga mendengar jawaban Bokir. “Yah oke.” Setelah jawaban singka itu, ternyata ratusan pertanyaan muncul dari Bokir. Kenapa menikah mendadak, dengan siapa, kenapa ingin di rahasiakan, Bokir serasa jadi wartawan dadakan. Semua pertanyaan Aswin jawab pelan dan santai. Dengan begitu Boki

