51. MENYESAL

1915 Kata

Arvi terperangah melihat perdebatan yang terjadi pada Lintang dan Dino. Daripada berlamaan disana, ia memutuskan untuk pulang kerumahnya. Ada hal penting juga yang harus ia bicarakan pada Hasbiya. Walaupun masih ada secercah keraguan dihati Arvi untuk mengatakan suatu hal yang penting pada istrinya. Tanpa mereka sadari saat keluar dari apartment Lintang, ada Danu melintas menutupi mulutnya dengan masker dan menggunakan topi hitam seperti biasa ketika ia keluar. Danu yang melihat mereka hanya bisa mengikhlaskan Hasbiya menjadi milik Arvi. Hasbiya bisa merasakan aroma parfum yang sama pernah digunakan Danu bertebar sekitar area apartment itu. Ia terdiam dalam kerinduan pada suaminya yang ia pikir sudah lama meninggal. "Sayang, kamu kenapa diam. Biasanya bawel kayak petasan." Ujar Arvi berj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN