Hasbiya telah tersadar, perlahan ia membuka matanya. Dilihat beberapa cahaya lampu, ia juga melihat Anisa dan Bi siti setia menemaninya. "Anis." Lirih Hasbiya dengan suara paraunya. "Kamu kok bisa disini." Anis mendekat keranjang Hasbiya. "Iya... Kamu mengalami drop. Kita semua khawatir." Ujar Anis berharap dia bisa kembali ceria seperti dulu ketika pertama mereka kenal. "Kamu butuh suatu." Hasbiya mengangguk pelan, tolong bantu aku bersandar, sepeptiny lelah hanya berbaring." "Oh... Ayo aku bantu." Anis menolong Hasbiya duduk bersandar di ranjang. Sesekali hasbiya mengelus perutnya dan mengajak bicara bait dalam kandungannya. Hasbiya tampak bahagia bicara pada bayi dalam perutnya, mungkin ia sudah dua kali menikah, tapi ini kali pertamanya Hasbiya hamil itu hal yang sangat bahagia k

