22. RUMAH SAKIT

1048 Kata

Hasbiya sudah lama sekali tidak berjalan keliling kampungnya. Suasana dingin menyelimuti desa tersebut. Hasbiya juga ingin sekali bertemu sahabat Nurul anak kepala desa disana. "Bi, Saya mau jalan keliling desa sebentar." Ucap Hasbiya dengan mukanya yang terlihat sangat pucat. "Loh non, kan lagi sakit, lihat muka non Hasbiya aja pucat. Jangan den non." Khawatir Bi Siti. "Hanya sebentar saja, Bi. Tidak jauh kok. Sebelum magrib saya janji sudah pulang." "Bibi temankan ya, Non." "Tidak papa, Bi. Hasbiya sendiri aja." Hasbiya keluar dari rumahnya sangat sederhana itu, tidak seperti rumah Arvi yang besar. Dia keluar berjalan kaki disore hari. Niatnya ingin bertemu Nurul, ia sudah lama sekali tidak berjalan di kampungnya. "Hasbiya." Sapa ibu-ibu padanya. "Bu Ningsih, Apa kabar." Ucap H

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN