38. TAMAN

1519 Kata

Pagi harinya Hasbiya seperti biasa membuat sarapan dan kopi untuk Arvi. Tanpa sadar itu semakin membuat Arvi curiga dengan kebohongannya. Hasbiya melirik kamar Arvi yang tertutup, ia semakin gelisah. Apalagi semalaman ia tak bisa tidur karena membayangkan Arvi tidur bersama Lintang, sekarang justru Lintang maupun Arvi tidak keluar. Setelah sholat subuh tadi saja, Arvi langsung masuk kamarnya. Berkali kali Hasbiya menghentak kaki dengan keras. "Non Hasbiya kenapa?" Ucap Bi Siti yang menolongnya memasak. "Gak papa, Bi. Kaki saya pegal aja." Jawab Hasbiya bohong mendapat kikihan kecil Nurul. Dengan cepat Hasbiya melototkan matanya pada Nurul. Padahal tanpa sepengetahuan Hasbiya, Arvi tidur di sofa ruang kerjanya. Saat subuh menjelang ia sengaja pindah ke kamar setelah sholat subuh agar H

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN