Mas Iqbal membawaku ke taman kota, kami menikmati kehangatan kopi dalam cup seraya menatap lampu-lampu kota yang menghiasi jalanan dan taman ini. Kami duduk berdampingan selama 15 menit dan mas Iqbal masih juga belum membuka suaranya. “Ini sudah larut malam, dan aku sudah lelah Mas.” Akhirnya setelah aku mengatakan itu, dia berdehem pelan. “Kamu pasti bertanya-tanya alasan kenapa aku meninggalkanmu dan memilih menikahi Intan tanpa pemberitahuan padamu sebelumnya.” Aku memilih diam tak menanggapi, ini sudah 7 tahun berlalu dan kenapa baru sekarang dia mengatakannya. Apa perasaanku begitu tak berarti untuknya hingga dia bisa seenaknya mempermainkan perasaanku? “Aku tau ini bisa di katakan terlambat, tetapi aku sungguh ingin menjelaskan s

