Aku berlarian menuju rumah sakit saat mengetahui kalau salah satu muridku mengalami kecelakaan di sekola tadi. Kebetulan sekali aku sedang pergi ke Dinas Pendidikan karena perintah Bapak Kepala Sekolah. Mbak Luna tadi menelpon kalau Kiara terjatuh karena kembali berantem dengan Roni. Ah mereka berdua selalu saja membuat ulah. Apalagi Roni, dia tampak pendiam tetapi diam diam menghanyutkan. Aku sampai di sebuah ruangan perawatan dengan nafas yang ngos-ngosan. Setelah mengatur nafasku, aku mengetuk pintu diiringi ucapan salam. Saat mendengar sahutan dari dalam, aku segera masuk ke dalam ruangan itu. “Selamat siang Dokter.” Aku melihat Dokter itu tersenyum formal. Aku melihat tulisan nama yang tertera di meja kerjanya. Dr. Muhammad Ali Syahbani, spesialis dokter ana

