c h a p t e r [34. end]

1389 Kata

Keenan's POV Aku terpaku pada wangi parfum ini. Wangi yang sejak lama aku rindukan. Telapak tangannya masih menutupi kedua mataku. Aku ingin menurunkan tangannya dan setelah itu menatap wajahnya. Tapi, tahukah kalian bahwa sekarang aku seperti patung lilin yang tidak dapat bergerak? Aku masih terpaku, sampai sebuah bisikan menyapa telingaku. "Maaf!" Tuhan, suara itu, suara miliknya! Telapak tangan itu perlahan turun, namun mataku tetap terpejam. Takut melihat keadaan. Rasanya aku ingin menghilang karna tidak siap bertemu dengan lelaki ini. Oh Tuhan. Walau dalam keadaan tertutup, aku tetap dapat merasakan keadaan mataku yang memanas. Dan dengan perlahan, aku membuka mataku. Lalu tanpa perlu diperintah terlebih dahulu, air bening itupun menetes. Oh Tuhan. Bolehkah aku berteriak? Diakah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN