c h a p t e r [29]

965 Kata

Keenan's POV "Gue seneng karna lo ternyata ga lepas kalung itu, Kee." Aku mendonggakan kepala melihat kearah dimana suara berasal. Gibran. Disana dia berdiri dengan kaos hitam polos. Satu tangannya memegang ponsel dan satu lagi memegang jacket. Aku hanya bisa menelan saliva melihat penampilan Gibran. Terlihat biasa, tapi aku menyukainya. "Hape lu mati?" tanyaku tiba-tiba. "Iyani, gatau, mati tiba-tiba gitu." Jawab Gibran menunjukkan ponselnya padaku. "Lu darimana?" tanyaku penasaran. "Toilet." Jawab Gibran santai sambil tersenyum. "Oh iya, gue seneng karna lo dateng, Kee." "Gue dateng karna gue mau-" kalimatku terpotong dengan kedatangan Remy. "Woi, Gib!" ucap Remy sambil menepuk bahu Gibran "Hi, Rem." Sapa Gibran sambil tertawa ringan pada Remy. "Hi, Chel, Mik. Hi juga Kiko?" "I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN