Aurora tidak pernah menyangka jika ternyata makam tempat dimana Cahya dikebumikan berada di tempat yang sama dengan ayahnya. Bahkan hanya terpaut satu hari setelah ayahnya dikebumikan, Cahya pun turut pergi dari dunia ini. Wanita itu sedikit merasa bersalah, tak seharusnya ia terlalu menuntut Langit yang selalu menyalahkannya. Namun ia juga tidak membenarkan perilaku pria itu di masa lalu hanya karena belum menerima kepergian sang istri. Untungnya semua sudah berlalu, Langit telah menerima semua takdir yang didapatkannya kini. Pria itu sudah mengikhlaskan kepergian istri dan calon anaknya yang mendadak. Rasanya semua jadi begitu damai karena tak ada lagi niat untuk balas dendam. Aurora merasa beruntung pada akhirnya setelah semua duka yang ia alami, kini kebahagiaan itu terasa lebih jela

