Kebahagiaan itu begitu terasa dan membuat hati Langit sangat lega. Ia merasa sangat senang melihat Sabhira dan Aurora kembali. Bahkan sepanjang acara, pria itu terus menggenggam tangan istrinya dengan erat seolah takut kehilangannya lagi. Atau ia juga memastikan jika tangan yang ia genggam kini adalah nyata, bukan hanya sekedar khayalan karena rindunya yang telah memuncak. Beberapa tamu bahkan memuji keharmonisan Langit dan Aurora, serta menilai betapa cocoknya mereka berdua. Beberapa kali Langit mengecup punggung tangan Aurora, membuat wanita itu malu setengah mati karena tak pernah Langit bersikap semanis itu padanya. Aurora tak menyangka, kepergiannya selama beberapa hari ternyata cukup membuat banyak perubahan pada diri suaminya. Begitu banyak sikap manis Langit yang seolah menunju

