Dari kursinya, Barra tak henti memandangi Alma yang tengah bersandar di tiang kayu teras dengan senyum yang terus tersungging di bibirnya. Wajahnya terlihat bahagia. Kedua matanya berbinar menatapi hamparan padi yang menguning di hadapannya. Menyadari Barra yang terus memandanginya, Alma pun menoleh. "Kenapa?" Tanyanya dengan salah tingkah. Disesapnya teh hangat dalam cangkir yang sedari tadi dipegangnya. "Kamu belum pernah liat padi, ya?" Senyum Barra. Alma tertawa. Dipandanginya kembali hamparan padi di atas persawahan terasering yang menakjubkan di hadapannya. Udara sejuk dan matahari pagi yang bersinar lembut membuat suasana Ubud pagi itu sangat indah. Dan membuat rona kebahagian semakin terpancar di wajahnya. Alma menghirup udara segar dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Ke

