35 Lonely ”Aku sayang kamu, Ey.” Eya terbangun dengan napas berlarian. Dia sentuh dadanya. Dentuman hebat melanda jantungnya. Padahal, ia hanya bermimpi. Mimpi yang sama selama berminggu-minggu lamanya. Mimpi yang teramat nyata. Ia alihkan matanya kepada Fikri. Fikri kini tidur bersama Eya sejak tidak ada seseorang yang mengisi tempat di sebelahnya. Lelehan air mata jatuh menyentuh pipi sang putra. Buru-buru Eya menyeka air tersebut lalu menyusutkan air matanya sendiri dengan ujung lengan baju. ”Kamu enggak bisa langsung telepon aku? Kamu enggak mau melihat video Fikri?” Eya tahu, suaminya memantau kabar dirinya dan Fikri melalui Runa. Eya mengetahui apa saja kegiatan Zoffan di sana melalui Runa. Yang membuat Eya tidak habis pikir, mengapa Zoffan tidak menghubungi dirinya? Le

