24 Crazy Because of You ”Bang, please. Kasih aku kesempatan buat bicara sebentar aja.” Perempuan yang pernah Zoffan pacari itu datang lagi dan tidak bosan mengikuti Zoffan kemana-mana. Minggu-minggu ini, Zoffan hampir stres memikirkan skripsi. Perempuan itu menambah satu lagi daftar panjangnya yang mengakibatkan kontraksi di otak Zoffan. Pecah! ”Ya udah ngomong aja! Emang kamu mau bicara apa? Penting buat aku apa kamu?” Perempuan yang sebenarnya cantik itu—dulu Zoffan terima dia karena aksi tak pantang menyerah seperti ini dan karena dia cantik. Zoffan menyukai perempuan cantik karena dari sanalah seninya dunia. Jalan dengan perempuan cantik akan menghidupkan hari-harinya yang monoton dengan aktivitas membosankan—kuliah—kecuali wall climbing. Tapi sayang, kebaikan Zoffan untuk me

