Untouchable

1522 Kata

27 Untouchable     ”Udah, Zoffan, aku malu ketemu Umi nanti!” ”Enggak. Hadiahnya harus banyak-banyak. Sini tangan kamu.” Dilingkarkan oleh Zoffan tangan Eya di lehernya dan mengulang lagi ciuman mereka dari awal. Zoffan menarik kerudung Eya dan membuangnya begitu saja ke lantai. Eya menatap hijabnya miris. Tak lama setelah itu, Zoffan kembali mengambil hadiah kelulusan. Eya merasakan ledakan dalam tubuhnya. Ciuman Zoffan sangat menyiksa. Panas menjalar di seluruh tubuh dan berkumpul di antara kedua paha ketika ciuman suaminya turun ke pangkal leher. Eya mengencangkan pegangan pada leher Zoffan. Ciuman Zoffan menanjak lagi ke bibir. Eya belingsatan ingin berhenti. ”Eya,” bisik Zoffan di telinga Eya. Inilah saat yang tepat bagi Zoffan menyerukan nama Eya; bukan Ey atau Hani. Ket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN