29 Unforgiveness Eya merasa bebas ketika Zoffan meninggalkannya di kampus pagi tadi. Eya kira kuantitas bertemu Zoffan akan berkurang saat Zoffan memutuskan pulang ke rumah. Ternyata lelaki itu muncul siangnya dengan cengiran yang baru Eya kenali. Wajah sinis Zoffan yang dahulu kini berganti menjadi senyuman lebar setiap bertemu. Aneh! Yang pasti lelaki itu selalu memiliki rencana yang akan merugikan Eya dalam kepala. Ada siasat dalam senyumannya. ”Haniiii... Aku enggak terlambat sampai sini?” Eya terpengaruh oleh pertanyaan Zoffan hingga ia melihat arloji. Pukul dua belas lewat sepuluh. Zoffan tiba tepat ketika Eya selesai kelas untuk ishoma. Eya melepaskan tangan Zoffan yang merangkul bahunya. ”Kita ke masjid, yuk. Zuhuran dulu sebelum makan.” Mau tak mau Eya menurut jika aj

