Naysila baru saja tiba di rumah sakit pukul sembilan pagi, ia berangkat seperti biasa bahkan hari ini ia optimis bisa bertemu dengan Hans. Gadis itu tampak percaya diri dan penuh semangat sekali, sampai-sampai ia tak sengaja menabrak seorang wanita yang terlihat buru-buru sekali. "Ya ampun... Jalan pelan-pelan dong!" Protes Naysila, wanita yang terlihat pucat itu lantas menatap Naysila dengan tajam. "Saya udah pelan ya! Kamunya aja yang jalan nggak pakai mata!" Setelah mengatakan hal itu, wanita itupun segera pergi meninggalka Naysila. Sedangkan Naysila terus menatap punggung wanita itu dengan penuh rasa kesal. "Orang Vrindavan ya? Pantesan aja judes." Gumam gadis itu dengan penuh kekesalan. Astaga, kenapa sih dirinya selalu sial, sering sekali ia bertabrakan dengan seseorang dan berak

