Nala bergerak tidak nyaman, dan berusaha menjauhkan diri dari pria di belakangnya. Namun Harsa tidak mau melepaskan Nala semudah itu, dia terus merapatkan jaraknya tidak peduli bagaimana pun Nala menolak. Dengan sekuat tenaga, Nala bergerak menghadapkan dirinya ke arah Harsa. Meski dengan keadaan ruangan yang remang-remang, Nala berusaha menunjukkan raut wajah keberatannya. Namun Harsa membalasnya dengan wajah santai, “Kenapa? Kita udah nikah kan?” katanya, tidak peduli dengan wajah keberatan Nala. Nala hanya bisa diam, dia tidak bisa membantah karena memang ucapan Harsa ada benarnya. Mereka sudah menikah, dan Nala tidak bisa menolak suaminya. Dengan berat hati Nala kembali membelakangi Harsa. Tangan Harsa masih setia di pinggang Nala, bahkan kini Nala kembali merasakan Harsa yang kemb

