setelah mandi rassya berpakaian, setelah itu dia ke ruang tengah
sya bagunin anak itu"sumiantik"
iya Bu"Rassya"
rassya menuju kekamar
dia memanggil dengan perkataan adek karna dia menganggap itu adiknya
"dek ayo bangun dek kita makan
dek bangun dek"sambil sambil menggerakkan tangan adiknya"
beberapa menit kemudian
adiknya bangun"Rassya"
"kamu siapa?" tanya kebingungan"
"Sinta"
ibu masuk ke kamar dan menghampiri Sinta
kami menemui mu ditengah tengah hutan dekat danau "sumiantik"
dia masih kebingungan, dimana orang tuaku, di mana mamaku di mana papaku,
"Sinta"
nanti kami cari iya soalnya tadi kami hanya menemuimu"sumianti"
sekarang kamu makan dulu ya"Sumiati"
kamu juga bisa menganggap kami sebagai keluarga kamu"Sumiati"
kamu menganggap ibu ini sebagai Mama kamu dan bisa menganggap anak ibu sebagai kakak kamu untuk sementara"Sumiati"
iya buk"sambil senyum dan menunjukan ginsulnya"
yang membuat mereka berdua sangat gemes dengan Sinta
ya udah ayo kita ke ruang tengah"Sumiati"
polisi pun sampai di tempat kejadian
untuk memeriksa apakah ada yg terluka
tapi polisi tidak melihat siapa-siapa di dalam mobil yang hangus kebakaran/meledak
polisi itu melihat di danau yang ada darah didalam air itu dan polisi mengira itu salah satu anggota keluarga dari mobil ini
setelah polisi memeriksa dan polisi tahu bahwasanya itu adalah Sarah
anak orang kaya yang terkenal
dengan kekayaannya dan keislamannya
tapi polisi hanya melihat Sarah saja tidak melihat anak dan suaminya
dan mereka memeriksa keadaan ibu Sarah yang sudah tidak bernyawa lagi dan berlumuran darah dibagian perutnya
yang menandakan bahwasanya dia keguguran
setelah pemakaman sarah
mereka mencari lagi keberadaan suami dan anaknya
sesampai di tengah jalan dia melihat sosok laki-laki yang terbaring pucat
yaitu Syafiq suami dari Sarah dan ayah dari Sinta
dan mereka memeriksa keadaan Syafiq keadaannya masih bernafas namun denyut nadinya sangat lemah
Syafiq pun dibawa ke rumah sakit terdekat
setelah sampai di rumah sakit Syafiq pun ditangani oleh dokter dan suster
Syafiq diantar ke rumah sakit Medika hati
yang terdekat dari daerah Bali
*selepas makan Sinta pun mengumpulkan piring untuk dicucinya
karena biasanya dulu dia di rumah, sering cuci piring, karena mamanya tidak bisa mengerjakan apa-apa karena lagi hamil besar, dari semua pekerjaan rumah itu dikerjakan oleh Sinta,
pintah Sinta"buk biar aku yg nyuci piring, aku di rumah sering cuci piring karena dulu ibu aku lagi hamil dan tidak boleh kerja apa-apa selain makan tidur aja
dan semua kerjaan rumah aku yang kerjain sendiri
udah ibu aja kamu masih kecil"Sumiati
udah Bu biar aku aja udah biasa kasihan ibu dari pagi nyari kayu bakar"Sinta
mereka berdua terharu melihat sinta yang masih kecil sudah bisa mengerjakan pekerjaan rumah