Raut wajah Anna menjadi berubah. Dia terlihat sangat sinis dengan sorot mata sangat tidak mengenakkan. Mengembuskan napas tidak suka, Anna segera menarik tangan Ambar sebelum Davin semakin mendekat. "E-eh, Anna. Ada apa?" Ambar terkejut atas tindakan Anna yang tiba-tiba. "Em ... ikut aku yuk, ke kantin sama aku aja. Aku traktir, deh," ajaknya setelah melirik Davin yang ternyata kini sudah berada di depan Ambar. Ambar beralih menatap Davin. Dia sebenarnya tidak ingin ke kantin bersama Anna, dia sudah berencana akan menghabiskan waktu bersama Davin. "Boleh sama Davin juga ya, bertiga," tawarnya setelah berpikir beberapa detik. Anna reflek melirik sinis pada Davin. Kemudian dia cepat-cepat menarik lengan Ambar, membawanya pergi menuruni tangga. "Gak usah, sama aku aja. Berdua." Sementara

