Entah ini perasaan Davin saja atau memang kenyataan, Ambar semakin hari semakin sering mengabaikan Davin. Perlahan-lahan gadis itu berubah, bukan menjadi Ambar yang tidak suka aneh-aneh seperti dulu. Lihat saja, sekarang dia sering keluyuran sampai larut malam. Kadang dia pergi tanpa ijin. Juga suka berfoya-foya saat baru mendapat uang jajan dari Bu Tias atau ditraktir Anna.Davin bukannya iri, dia hanya sedih karena Ambar perlahan sudah berubah. "Davin, kamu tahu Ambar ke mana?" Bu Rani yang baru saja selesai memasak di dapur untuk makan malam akhirnya menanyakan keberadaan Ambar yang tidak ada di rumah. Davin menggeleng sambil mengangkat bahu. 'Tadi dia cuma bilang mau pergi, gak tahu ke mana, Bu'. Membaca tulisan Davin, Bu Rani berkacak pinggang sambil menghela frustasi. Tampaknya dia

