Kanz menatap sebuah kotak beludru warna merah yang baru saja ia beli dari uang hasil jerih payahnya selama ini. Sudah di pastikan apa isi di dalamnya, yang pasti selalu membuat Kanz tersenyum-senyum.  Jujur, ia pun tak pernah kepikiran untuk membeli benda seperti ini. Hatinya tergerak karena Inka, gadis itu mampu menggetarkan hati, jiwa dan pikiran Kanz secara pelan-pelan. Awalnya Kanz mengira jika apa yang ia rasa pada Inka hanyalah ketertarikan semata. Tapi Kanz salah, ketika hati dan pikirannya di kuasai Inka. Kanz mau makan ingat Inka, Kanz mau minum ingat Inka. Bahkan Kanz mau ke kamar mandi pun ingat Inka. Apa Kanz jatuh cinta? Cinta? Ya, Kanz jatuh cinta pada Inka. Untuk itu ia harus bertindak cepat menyatakan cintanya pada Inka, sebelum Inka di tikung pria lain. Senyuman

