"Inka, aku-" "Kanz, tempat ini indah sekali!" ungkap Inka menjerit bahagia memotong ucapan Kanz. Kanz terdiam seketika, keberanian yang tadi sempat terkumpul hilang seketika. Tersenyum seraya mengulurkan tangannya ke arah Inka yang awalnya bingung namun setelahnya wanita itu menerima uluran tangan Kanz. Kanz membawa Inka untuk duduk di tempat yang sudah tersedia meja lumayan besar dengan dua kursi yang saling berhadapan. Indahnya lampu-lampu kecil yang terpasang di seluruh tempat ini menjadikan suasana terasa sangat romantis. Walaupun tidak ada musik yang mengiringi, tapi ini sudah jauh lebih indah dari Kanz bayangkan. Berduaan dengan Inka di tempat yang memang sudah di rancangnya ini pun ia sudah sangat bersyukur, setidaknya Inka tak menolak ajakannya. Inka tak perlu dan tak ingin r

