Masa pacaran... . (Oke Langit ke sini aja. Bentar lagi aku siap, kok) Langit menutup teleponnya setelah Mentari mengatakan itu. Walau rumah mereka sebelahan, tapi Langit selalu menelpon lebih dulu. Dia gak ingin masuk disaat moment yang gak tepat. Langit bersiul. Dia dan Mentari janjian untuk kencan. Sebenarnya apa layak ini disebut kencan. Toh, cuma olahraga bareng seperti yang sering dia lakukan bersama Mentari. Orang yang sama, rutinitas sama tapi mengapa kali ini rasanya berbeda? Jantung Langit berdebar kencang. Pipinya merona dengan langkah ringan seakan dia bisa terbang kayak burung merpati. "Assalamuaikum, Tar..." Langit membeku di ambang pintu. Segera melimpir ke dinding sembari mengelus d**a. "Subhanallah, pacar aku cantik amat." Dia bergumam bangga sekaligus kesal. Ken
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


