Sebuah tepukan ringan jatuh di bahu Calissa. William berdiri dibelakang Calissa berucap dengan suara rendah. "Kalian menarik perhatian banyak orang." Liz melihat sekelilingnya, dan benar saja beberapa undangan yang berdiri cukup dekat dengan mereka menatap mereka penasaran. Calissa menatap tajam Liz lalu mengeluarkan napas kasar dan berderap pergi tanpa berkata apa-apa lagi. "Kau tak apa?" tanya Will pada Liz. Liz mengangguk seraya tersenyum. "Ya, terima kasih." William menghela napas. "Maafkan Calissa. Ia memang seperti itu sejak dulu, selalu menjaga apa yang dia miliki. Lissa pasti terkejut pada kepulanganmu, dia sudah menjadi putri tunggal selama kau pergi. Bersabarlah dengannya." Gadis dihadapannya hanya mengangguk kecil. "Oh, iya, Will. Terima kasih." "Untuk?" tanya Will keheran

