Liz masih menangis beberapa malam lagi tetapi sudah berangsur berkurang. Hingga malam keempat ia sudah dapat tertidur nyenyak tanpa harus menangis terlebih dahulu. Keadaan itu membuat Eliz dan Rosea mendesah lega. Mereka kira keadaan seperti itu bisa berlangsung sangat lama. Mereka beruntung Liz adalah gadis yang cukup tabah dan bisa bangkit dengan cepat. Hari itu Liz terbangun dengan ceria dan disambut hangat oleh Rosea yang sedang membuat sarapan di dapur. Ibunya tidak terlihat. Mungkin di rumah mereka, mungkin juga sedang bekerja. Belum ada pasien yang harus disembuhkan jadi Liz bertekad menikmati hari ini karena sempat membuang empat hari dengan menangis percuma. "Bagaimana keadaanmu?" sapa Rosea cerah begitu melihat Liz masuk ke dapur. Kemudian perhatiannya kembali pada adonan di ta

