Adrian mengintip dari kejauhan, memastikan sahabatnya, Sammy benar-benar sendirian tanpa seorang wanita. Jujur saja ia tidak ingin berurusan dengan wanita dulu dalam waktu dekat dan tidak tahu kapan bisa kembali seperti dulu. Adrian hanya menuruti hati nuraninya. CEO playboy itu terus-terusan merasa galau dan gelisah. Semoga saja pertemuannya dengan Sammy bisa sedikit mencairkan suasana di hatinya. “Semoga dia nggak ngomong soal cewek. Tapi, mana mungkin dia nggak ngomong sama cewek. Emang mainannya cewek, kan?” gumam Adrian sedikit menyesal memutuskan menemui sahabatnya di kafe Romero siang itu. “Buruan kemari! Lama amat, sih?” panggil Sammy melambaikan tangannya, meminta Adrian agar segera datang mendekat ke mejanya saat ia melihat sahabatnya tersebut tiba di kafe. Dengan perasaan su

