Udara yang sejuk membuat Aura menarik nafas dalam-dalam. Membiarkan udara dingin memasuki paru-parunya. Sudah dua hari ia berada di rumahnya yang berarti selama itu juga ia tidak menyalakan ponselnya. "Hari ini apa rencanamu?" Suara lembut Santi menyadarkan Aura dari pikirannya sendiri. "Tidak ada. Mungkin aku akan bermalas-malasan di rumah," jawab Aura karena selama ini yang dilakukannya hanya meringkuk di balik selimutnya tanpa berniat melakukan apapun. "Kenapa kamu tidak mencoba menemui Bayu?" usul Santi. Aura masih ingat dengan nama Bayu. Laki-laki berkulit cokelat yang selalu menemaninya bermain di kebun miliknya untuk memetik beberapa buah-buahan secara diam-diam. Karena hasil panen akan dijual jadi terkadang para pekerja melarang Aura maupun Bayu untuk memetiknya. Menginga

